
Deni pernah bersekolah di SD biasa, namun teman-teman sekolahnya mem-bully-nya karena disabilitasnya, dan ayahnya yang bekerja serabutan tidak mampu membayar biaya sekolah di SLB.
Ayah Deni meninggal dunia karena penyakit di otak, meninggalkan Deni sebagai tulang punggung keluarga. Sejak putus sekolah pada usia 10 tahun, Deni bekerja sebagai buruh serabutan bersama ayahnya untuk mencari nafkah.

Pernah satu ketika, ia harus berhutang 1 bungkus mie instan untuk makan bersama. Deni bahkan pernah membawa adiknya ke warung angkringan agar bisa makan makanan gratis dari pemilik warung.
Deni kini juga harus menanggung biaya kos sebesar 600 ribu rupiah per bulan untuk sebuah kontrakan kecil, ia berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan keluarganya memiliki tempat tinggal yang layak.

#OrangBaik, mari beri bantuan untuk Deni dan keluarganya agar bisa hidup lebih layak Jangan biarkan kondisi sulit mereka makin berlarut, salurkan bantuanmu dengan cara:
1. Klik tombol "DONASI SEKARANG";
2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan;
3. Pilih metode pembayaran melalui Dompet Kebaikan, GO-PAY, Bank Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit;
4. Dapat laporan via email.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.
Donasi yang terkumpul tidak hanya disalurkan untuk Deni saja. Ibunya juga setuju dan memberikan izin ke Yayasan Embun Surga Purworejo untuk menyalurkan bantuan di galang dana ini ke penerima manfaat lainnya dengan kebutuhan serupa.
![]()
Menanti doa-doa orang baik