
“Lapar…lapar…” rintihan pilu terdengar dari Mbah Arjo (88 tahun), lansia sebatang kara tak berdaya yang tinggal di rumah penuh tumpukan sampah…
Di usia yang sudah sangat renta, Mbah Arjo menjalani hari-harinya seorang diri. Sejak suaminya meninggal 10 tahun lalu karena sakit, beliau tak lagi memiliki tempat berbagi cerita maupun sandaran hidup.
Mbah Arjo juga tidak memiliki anak yang menemani masa tuanya. Kini, menginjak 88 tahun, fisik Mbah sudah semakin lemah. Berjalan pun kesulitan sampai dibantu tongkat. Sementara itu, pendengaran dan penglihatannya kini sudah banyak berkurang. Karena kondisinya ini, sehari-hari beliau hanya berdiam diri di rumah kecilnya.
Bertahun-tahun beliau hanya mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar yang datangnya pun tidak menentu. Ada hari ketika warga datang membawa sedikit makanan atau kebutuhan seadanya. Namun di hari lain, Mbah Arjo harus bertahan dengan apa yang ada, bahkan sering menahan lapar dan hanya minum air untuk mengganjal perutnya.
“Sebenarnya malu sering dikasih sama tetangga, tapi saya juga bingung harus apa,” katanya.
Di sisi lain, rumah yang ditempati Mbah Arjo jauh dari kata layak. Lantainya masih berupa tanah, tidak ada kasur untuk beristirahat, dan sudut-sudut rumah dipenuhi barang serta sampah yang menumpuk sejak lama.
Untuk kebutuhan air minum, Mbah Arjo memanfaatkan air hujan yang ditampung seadanya. Air itu kemudian beliau masak menggunakan tungku sederhana agar bisa digunakan untuk bertahan hidup.
“Yang penting masih bisa hidup sampai hari ini,” ucap beliau pelan. Kalimat sederhana itu terasa begitu berat, karena di usia senjanya Mbah Arjo masih harus menghadapi kerasnya hidup seorang diri.
Meski hidup dalam keterbatasan, Mbah Arjo tetap bertahan menjalani hari demi hari dengan penuh kesabaran. Kini, bantuan dari orang-orang baik sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan hidup beliau serta memperbaiki tempat tinggalnya agar lebih layak dan aman ditempati.
Yuk jadi bagian dari kebaikan untuk Mbah Arjo Sariyem. Sedikit bantuan yang kita berikan hari ini, bisa membantu beliau menjalani masa tua dengan lebih tenang dan tanpa harus menahan lapar lagi.
Ayo salurkan kebaikanmu dengan cara :