
“Saya udah buta dan ndak bisa jualan lagi, makan pun nunggu pemberian tetangga”, ucap Mbah Marto (78 tahun).
Tiada yang spesial di hari senja Mbah Marto bersama istrinya, Mbah Jami (71 tahun). Mereka justru hidup dalam kesulitan yang sangat berat.

12 tahun lalu Mbah Marto masih mampu mencari nafkah untuk dirinya dan Mbah Jami dengan berjualan bakso keliling menggunakan sepeda. Namun naas terjadi penabrakan tidak bertanggung jawab pada Mbah Marto yang membuatnya terjatuh dan tersiram kuah dagangannya ke wajah.
“Dulu pun ndak ada uang buat berobat, penanganannya pun terlambat..dari situ perlahan mata saya ndak bisa melihat. Buta permanen”, ungkap Mbah Marto.
Sejak saat itu beliau dan istrinya tidak memiliki penghasilan sama sekali karena tidak ada yang dapat bekerja. Buat berjalan pun keduanya sudah sangat lambat dan rawan sekali terjatuh.

Meski suami tidak lagi bisa menafkahi Mbah Jami, beliau tetap menemani dan merawat Mbah Marto sampai detik ini. Mbah Jami siap siaga menjadi mata bagi Mbah Marto. Jika ada beras dari tetangga, Mbah Jami berbagi satu mangkok nasi berlaukan kerupuk dengan Mbah Marto, hanya 1 mangkok untuk berdua demi menghemat makanan mereka yang terbatas.
Teman-teman #OrangBaik, mari ulurkan bantuan teman-teman untuk Mbah Marto dan Mbah Jami dapat bertahan hidup dengan layak. Teman-teman dapat membantu melalui berdonasi, dengan cara :
Donasi darimu tidak hanya disalurkan untuk Mbah Marto dan Mbah Jami. Mbah Marto setuju dan memberikan izin ke Yayasan Embun Surga Purworejo untuk menyalurkan bantuan galang dana ini ke penerima manfaat lainnya dengan kebutuhan serupa.